GIZI
DAN KESEHATAN
“Kesehatan
memang bukan segalanya, tetapi segalanya tanpa kesehatan tidaklah ada artinya ”health is not everything, but everything
without health is nothing”. Pernyataan ini memang telah terbukti kebenarannya
dari berbagai aspek. Bagaimana tidak, setiap orang pasti ingin mendapatkan
kesehatan yang optimal guna mencapai tujuan hidup. Salah satu upaya untuk
selalu mendapatkan kesehatan yang optimal dapat dilakukan dengan menjaga pola
makan yang sehat, bergizi dan berimbang.
Makanan yang bergizi adalah makanan
yang mengandung semua zat gizi yang diperlukan dalam tubuh. Gizi (nutrisi)
merupakan suatu substansi biokimia yang digunaka tubuh dan harus diperoleh
dengan jumlah yang cukup dari makanan yang kita makan. Gizi terdiri atas kelompok
makronutien dan mikronutrien. Kelompok makronutrien merupakan kelompok zat gizi
yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang relatif besar (ukuran gram) seperti
karbohidrat, protein dan lemak. Sedangkan kelompok mikronutrien adalah kelompok
gizi yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang relatif kecil (mikrogram atau
milligram) seperti vitamin dan mineral.
Makanan yang berimbang dan beragam adalah
makanan yang menjamin kecukupan energi, protein, vitamin, mineral dan serat
makanan yang penting bagi tubuh. Makanan bergizi, berimbang, dan beragam ini
berpedoman pada “Empat Sehat Lima Sempurna” dari Prof Poerwo Soedarmo, “Triguna
Makanan” dan “ 13 Pedoman Umum Gizi Seimbang” sehingga pedoman sederhana ini
bermanfaat bagi masyarakat Indonesia untuk mendapat status gizi serta kesehatan
yang baik.
Pengertian
Triguna makanan adalah makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung (1)
karbohidrat dan lemak sebagai zat tenaga; (2) protein sebagai zat pembangun;
dan vitamin serta mineral sebagai zat pengatur. Sementara “13 Pedoman Umum Gizi
Seimbang” berisi pesan-pesan untuk mencegah masalah gizi ganda dan mencapai
gizi seimbang guna menghasilkan sumberdaya yang handal.
Oleh karena itu dengan memperhatikan
pesan-pesan diatas maka dapat dijadikan upaya untuk mengatasi masalah gizi
Indonesia yang disebut sebagai masalah gizi ganda seperti digambarkan sebagai
mata uang logam dengan dua sisi, sisi yang satu menggambarkan permasalahan gizi
kurang (KEP, anemia, gondok, dll) sementara disisi lain menggambarkan
permasalahn gizi lebih (obesitas).
a.
Pilih
makanan yang rendah lemak, rendah lemah jenuh dan rendah kolesterol seperti
daging tanpa lemak. Pemilihan makanan ini bertujuan untuk mengurangi resiko
penyakit jantung dan penyakit kanker.
b.
Pilih
makanan yang banyak mengandung buah-buahan, sayuran dan produk sereal utuh. Pemilihan
makanan ini bertujuan untuk mendapatkan kandungan vitamin, mineral, serat,
karbohidrat komplek dan antioksidan yang diperlukan tubuh sehingga terhindar
dari penyakit degenerative.
c. Gunakan
gula secukupnya dan tidak berlebihan. Pemilihan ini bertujuan untuk mengurangi
asupan kalori yang tinggi sementara konsumsi zat gizi lain lebih sedikit. Selain
itu, konsumsi gula yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan gizi.
d. Gunakan
garam dan natrium dengan jumlah yang tidak berlebihan atau secukupnya. Tujuan pembatasan
penggunaan garam ini adalah untuk membantu mengurangi resiko tekanan darah
tinggi.
e.
Perbanyak
aktifitas fisik. Aktifitas fisik ini membantu tubuh dalam metabolisme gizi dan
efektif dala penggunaan energi dalam tubuh.
f. Perbanyak
minum air putih minimal 8 gelas sehari. Air putih ini berfungsi untuk membantu
memperlancar metabolism zat gizi dan menyeimbangkan cairan dalam tubuh .
Beberapa rekomendasi bagi mereka yang asupan gizinya kurang antara lain:
Beberapa rekomendasi bagi mereka yang asupan gizinya kurang antara lain:
a.
Tingkatkan
asupan kalori dan lemak (terutama lemak tidak jenuh) sesuai dengan kebutuhan.
b.
Perhatikan
asupan protein, terutama dari sumber protein yang bermutu tapi mudah dan tidak
mahal seperti telur, ikan (protein hewani) dan tahu, tempe (protein nabati.
c.
Perhatikan asupan vitamin dan mineral alami
denga mengutamakan sayuran dan dan buah-buahan minimal 2-3 porsi. (1Nov'11)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar