suplier cardigan candies

Selasa, 01 November 2011

Gizi dan Kesehatan

GIZI DAN KESEHATAN
“Kesehatan memang bukan segalanya, tetapi segalanya tanpa kesehatan tidaklah ada artinya ”health is not everything, but everything without health is nothing”. Pernyataan ini memang telah terbukti kebenarannya dari berbagai aspek. Bagaimana tidak, setiap orang pasti ingin mendapatkan kesehatan yang optimal guna mencapai tujuan hidup. Salah satu upaya untuk selalu mendapatkan kesehatan yang optimal dapat dilakukan dengan menjaga pola makan yang sehat, bergizi dan berimbang.
            Makanan yang bergizi adalah makanan yang mengandung semua zat gizi yang diperlukan dalam tubuh. Gizi (nutrisi) merupakan suatu substansi biokimia yang digunaka tubuh dan harus diperoleh dengan jumlah yang cukup dari makanan yang kita makan. Gizi terdiri atas kelompok makronutien dan mikronutrien. Kelompok makronutrien merupakan kelompok zat gizi yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang relatif besar (ukuran gram) seperti karbohidrat, protein dan lemak. Sedangkan kelompok mikronutrien adalah kelompok gizi yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang relatif kecil (mikrogram atau milligram) seperti vitamin dan mineral.
 Makanan yang berimbang dan beragam adalah makanan yang menjamin kecukupan energi, protein, vitamin, mineral dan serat makanan yang penting bagi tubuh. Makanan bergizi, berimbang, dan beragam ini berpedoman pada “Empat Sehat Lima Sempurna” dari Prof Poerwo Soedarmo, “Triguna Makanan” dan “ 13 Pedoman Umum Gizi Seimbang” sehingga pedoman sederhana ini bermanfaat bagi masyarakat Indonesia untuk mendapat status gizi serta kesehatan yang baik.
Pengertian Triguna makanan adalah makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung (1) karbohidrat dan lemak sebagai zat tenaga; (2) protein sebagai zat pembangun; dan vitamin serta mineral sebagai zat pengatur. Sementara “13 Pedoman Umum Gizi Seimbang” berisi pesan-pesan untuk mencegah masalah gizi ganda dan mencapai gizi seimbang guna menghasilkan sumberdaya yang handal.

 
         Oleh karena itu dengan memperhatikan pesan-pesan diatas maka dapat dijadikan upaya untuk mengatasi masalah gizi Indonesia yang disebut sebagai masalah gizi ganda seperti digambarkan sebagai mata uang logam dengan dua sisi, sisi yang satu menggambarkan permasalahan gizi kurang (KEP, anemia, gondok, dll) sementara disisi lain menggambarkan permasalahn gizi lebih (obesitas).   
            Beberapa rekomendasi untuk mendapatkan status gizi dan kesehatan yang optimal bagi mereka yang memiliki kebiasaan makan berlebihan antara lain:
a.    Pilih makanan yang rendah lemak, rendah lemah jenuh dan rendah kolesterol seperti daging tanpa lemak. Pemilihan makanan ini bertujuan untuk mengurangi resiko penyakit jantung dan penyakit kanker.
b.    Pilih makanan yang banyak mengandung buah-buahan, sayuran dan produk sereal utuh. Pemilihan makanan ini bertujuan untuk mendapatkan kandungan vitamin, mineral, serat, karbohidrat komplek dan antioksidan yang diperlukan tubuh sehingga terhindar dari penyakit degenerative.
c.  Gunakan gula secukupnya dan tidak berlebihan. Pemilihan ini bertujuan untuk mengurangi asupan kalori yang tinggi sementara konsumsi zat gizi lain lebih sedikit. Selain itu, konsumsi gula yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan gizi.
d. Gunakan garam dan natrium dengan jumlah yang tidak berlebihan atau secukupnya. Tujuan pembatasan penggunaan garam ini adalah untuk membantu mengurangi resiko tekanan darah tinggi.
e.    Perbanyak aktifitas fisik. Aktifitas fisik ini membantu tubuh dalam metabolisme gizi dan efektif dala penggunaan energi dalam tubuh.
f.   Perbanyak minum air putih minimal 8 gelas sehari. Air putih ini berfungsi untuk membantu memperlancar metabolism zat gizi dan menyeimbangkan cairan dalam tubuh .
 Beberapa rekomendasi bagi mereka yang asupan gizinya kurang antara lain:
a.    Tingkatkan asupan kalori dan lemak (terutama lemak tidak jenuh) sesuai dengan kebutuhan.
b.    Perhatikan asupan protein, terutama dari sumber protein yang bermutu tapi mudah dan tidak mahal seperti telur, ikan (protein hewani) dan tahu, tempe (protein nabati.
c.     Perhatikan asupan vitamin dan mineral alami denga mengutamakan sayuran dan dan buah-buahan minimal 2-3 porsi. (1Nov'11)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar